Kitab Komik Sufi
Blurb :
Sufisme atau tasawuf adalah satu
jalan penyucian jiwa berdasarkan ajaran Islam, yang mengutamakan kecintaan pada
Allah, kasih sayang dan toleransi. Dalam Kitab Komik Sufi disajikan kumpulan
kisah penuh hikmah dari kitab Sufi klasik dan hikayat turun temurun, dalam
bentuk komik yang menarik.
Review pribadi :
Pernah ga sih, lagi males banget baca buku, tapi tetap pengen baca sesuatu yang ringan dan gak menguras pikiran?
Kalau pernah, TOSSS!!! Kita Samaan.
Jangan-jangaaaan ...
Jangan-jangan, kita kena reading slump! :D
***
Reading slump atau kemerosotan membaca adalah istilah yang dipakai saat seseorang merasa kurang motivasi atau tidak fokus ketika membaca buku. Kita berusaha tetap baca nih, tapi kayak gak menikmati jalan ceritanya.
Bulan ini rizqi reading slump parah padahal baru berlangganan Gramedia Digital (GD), kan sayang udah dibeli paketnya tapi gak dibaca. Akhirnya ngubek-ngubek isi GD dan menemukan satu harta karun! WHOAAA ....
Yaps, Kitab Komik Sufi ini berhasil mengeluarkan rizqi dari derita berkepanjangan tak bisa menikmati isi bacaan.
Komik yang bisa dilahap dalam satu waktu ini mengandung unsur komedi bernuansa islami yang sarat akan pesan moral.
Berikut rizqi kutip beberapa cerita yang berkesan.
Kesabaran (Halaman 16)
Dua orang sufi sedang asyik berdiskusi ...
A: Saudaraku, jelaskan apa itu “kesabaran”
B: Kesabaran adalah ... menurut kitab ini, itu, bla bla blaaa ...
A: TAK!!! *Tiba-tiba mukul kepala B pake kayu
B: Apa-apaan kau!!
A: Sabaaar ... bukankah engkau sedang menjelaskan “kesabaran”?
*Jujurly, awalnya Rizqi ngakak tapi abis tu mikir. Emm iyaya, terkadang kita mengetahui ini dan itu tapi lupa mempraktikkan apa yang sudah diketahui.
Halangan terbesar (Halaman 23)
C: Apakah halangan terbesar dalam jalan pembersihan jiwa?
D: Sibuk dengan aib dan masalah orang lain, lupa terhadap kesalahan pada diri sendiri.
*Sengaja di bold dan diwarnai beda sebagai pengingat untuk diri ini yang berlumur dosa.
Berprasangka baik terhadap sesama (Halaman 38)
E: Berilah aku nasihat.
F: Janganlah sekali-kali menganggap dirimu lebih daripada siapapun di dunia ini, dalam amal akhirat atau duniawi.
*ingat selalu hal ini Rizqi, hanya Allah yang Maha di atas segalanya.
Istighfar (Halaman 79)
G: Oh Syaikh, sudah lama aku ingin punya anak . . .
H: Beristighfarlah!
I: Syaikh, rezekiku sedikit sekali . . .
H: Istighfar . . .
G: Kok selalu Istighfar?
H : Aku hanya mengucapkan apa yang diperintaahkan Allah . . . (QS Nuh : 10-12)
Gak rugi baca ini, serius deh.
Identitas buku :
Penulis : Ibod (Bayu Priyambodo)
Penerbit : Muara KPG
Tahun : Cetakan Pertama, Juli 2013
Tebal : vi + 152 halaman
Available : iPusnas dan Gramedia Digital

Komentar
Posting Komentar