【 Blurb 】
Ada tujuh miliar penduduk bumi saat ini. Jika separuh saja dari mereka pernah jatuh cinta, setidaknya akan ada satu miliar lebih cerita cinta. Akan ada setidaknya 5 kali dalam setiap detik, 300 kali dalam semenit, 18.000 kali dalam setiap jam, dan nyaris setengah juta sehari-semalam, seseorang entah di belahan dunia mana, berbinar, harap-harap cemas, gemetar, malu-malu menyatakan perasaannya.
.
Apakah Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah ini sama specialnya dengan miliaran cerita cinta lain? Sama istimewanya dengab kisah cinta kita? Ah, kita tidak memerlukan sinopsi untuk memulai membaca cerita ini. Juga tidak memerlukan komentar dari orang-orang terkenal. Cukup dari teman, kerabat, tetangga sebelah rumah. Nah, setelah tiba di halaman terakhir, sampaikan, sampaikan kemana-mana seberapa spesial kisah cinta ini. Ceritakan kepada mereka.
【 Isi Buku 】
Beneran bagus woee. Serius. Kalian kudu baca. Bertabur pengalaman hidup. *pen nulis panjang tapi mager wkwk. Baiklah kita coba ceritakan lagi ya (2/7/20)
Tokoh utama di sini adalah Borno. Sejak umur 6 tahun ia ingin tahu banyak hal. Bertanya sesuatu yang dianggap orang dewasa tak penting. Ia mencari jawaban ke ayah, ibu, cik tulani, koh acong, namun tak satupun dari mereka yang menjawab. Hingga akhirnya ia bertemu Pak Tua yang bijak.
Umur 12 tahun ia kehilangan sang ayah. Rizqi lupa karena apa, kalau gasalah tersengat ubur-ubur. Borno marah besar pada dokter karena langsung melakukan operasi bedah transplantasi organ, ya karena wasiat bapaknya sih. Tapi ia merasa bapaknya masih bisa sadar, kenapa langsung di operasi.
Kini Borno sudah tamat SMK. Ia bekerja di pabrik karet. Karena satu dan lain hal pabriknya bangkrut, pabrik itu di demo dengan tuduhan pencemaran lingkungan dan pemiliknya ditipu orang. Ia mencari pekerjaan lain, rekomendasi dari siapa gitu, ternyata pekerjaannya menjaga sarang burung walet. Ia gasuka dengan burung. Akhirnya ia batalkan. Setelah itu ia menggantikan pekerjaan tah siapa menjadi pengisi SPBU. Pokoknya banyak yang dia kerjakan. Nah, pekerjaan terakhir yang membuat perkara, ia menjadi penjaga karcis di dermaga besar. Bang Togar Ketua Sepit apalah itu namanya marah besar. Ternyata ada masalah antara sepit dan kapal besar itu. Akhirnya Bang Togar membuat ultimatum, Borno dilarang naik sepit siapapun selama satu bulan jika tetap bekerja di sana.
Singkay cerita Borno keluar dari pekerjaannya, ada hal yang ganjal dari kerjaan tersebut, kek korupsi karcis gitu.
Nah, akhirnya Borno menjadi pengemudi. Sepit, hasil rembukan dari tetangganya yang 4 di atas itu, pak tua, koh acong, cik tulani dan tak lupa emaknya.
Sebenarnya Borno tak mau tapi dilakukannya juga. Kemudian ia belajar naik sepit dari Pak Tua. Saat mulai membawa penumpang, Bang Togar melihatnya, dipeloncolah si Borno sama Bang Togar wkwk eh ternyata akhirnya sweet banget, Borno disuruh ngecat kapal, bersihkan wc, ternyata kapal itu miliknya sendiri.
Saat pertama kali mengangkut penumpang ia bersama Pak Tua, namun dilarang sama Bang Togar, nyuruh Borno pergi sendiri, semua penumpang keluar dari sepit, takut terjadi apa-apa. Hanya satu wanita yang tidak keluar, ia memakai payung, Borno jatuh cinta padanya hahaha.
Nah, wanita inilah yang menyita kehidupannya. Selesai ngetem, petugas jaga kapal menemukan amplop merah di sepit Borno, ia penasaran ini milik siapa. Ternyata angpau itu berasal dari wanita sipit yang naik di kapalnya, Mei namanya. Kisah perkenalan mereka ni so sweet huhu, banyak praharanya. Rizqi suka romance di sini gak dibuat menye-menye kali hahaha.
Identitas Buku:
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Gramedia
Tahun : 2016 (cetakan ke - 14)
Tebal : 512 hlm
【 Cover Buku 】
Rizqi suka. Simple dan elegan. Mengambarkan lika liku percintaan Borno dengan setting Sungai Kapuas.

Komentar
Posting Komentar