Hari ini Rizqi datang ke agenda pekanan di rumah seorang guru. Kegiatan diawali dengan setoran hafalan setiap anggota yang hadir. Rizqi tergagap malu karena pekan ini gaada nambah hafalan sama sekali. So sad, dunia telah melalaikanku :( Teman-teman lain hafalannya bertambah sedangkan Rizqi stuck di situ aja. Akhirnya sang ibu meminta untuk menghafal di tempat. Maafkan Rizqi, Bu. Maafkan Rizqi ya Allah.
Setelah setoran hafalan dilanjutkan dengan materi. Kali ini kami diminta secara bergiliran membaca buku FIQH DAKWAH. Sejujurnya banyak hal yang tidak Rizqi pahami dan berat banget rasanya baca buku dengan topik begitu. *tapi si Rizqi ini pun gaada usaha membaca lebih dalam lagi, jangan ditiru guys.
Materi usai, kami lanjutkan dengan sharing session mengenai Mutabaah selama puasa.
Oh Tuhan, malu ku saat itu triple kill. Pertama, hafalan tidak bertambah. Kedua males baca buku dan terakhir laporan mutabaah ini.
Tertampar-tampar rasanya karena ada salah satu teman, doi ini anak FKG, hafalannya MasyaAllah dan saat puasa bisa khatam 3x lalu dia berujar "Malah kata abi dikit banget ini Bu, khatamnya".
Hei Rizqi! Kamu sudah berapa kali hah! Sudah berapa ayat yang ditadabburi. Sungguh miris sekali melihat perangai diri ini. Ramadan berlalu tanpa dimaksimalkan.
Akhir cerita, ibunya memberi kami motivasi agar rajin menghafal quran, harus punya cita-cita menjadi penghafal quran yang tidak hanya sekadar hafal tapi dapat mengimplementasikan makna yang terkandung didalamnya serta berdoa agar kami bisa berjumpa dengan ramadan selanjutnya. Dalam hati ku bertekad, tahun depan harus bisa KHATAM. Aamiin. Pasti bisa, insyaAllah!!!
Alhamdulillah mendapat suplemen semangat kembali, mendapat siraman kembali untuk hati yang mulai layu ini. Kuharap kamu juga ya :]
"Jangan habiskan waktu untuk melakukan hal yang sia-sia. Tinggalkan jika tidak mendatangkan manfaat."

Komentar
Posting Komentar